Pemahaman masyarakat terhadap pembiayaan yang sehat dinilai masih perlu diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan kredit, baik untuk konsumsi maupun usaha.
Menjawab tantangan tersebut, Astra Credit Companies (ACC) memilih melibatkan media massa sebagai mitra strategis dalam upaya peningkatan literasi pembiayaan.
Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Media Gathering yang digelar ACC Lampung pada 27 Januari 2026.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara perusahaan pembiayaan dan insan pers, sekaligus sarana edukasi mengenai prinsip dasar pembiayaan yang bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, ACC menekankan pentingnya pemahaman konsumen terhadap karakteristik perusahaan pembiayaan yang sehat, termasuk hak dan kewajiban debitur selama masa kredit.
Edukasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengambil keputusan pembiayaan secara lebih rasional dan terukur.
ACC juga mengulas langkah-langkah antisipatif apabila debitur menghadapi kendala pembayaran.
Pemahaman mengenai mekanisme penyelesaian yang sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi dinilai krusial untuk menekan potensi konflik antara konsumen dan perusahaan pembiayaan.
Regional Retail AR Head ACC Sumbagsel, Muhammad Syirodj, menyampaikan bahwa peran media sangat penting dalam membangun pemahaman publik.
Menurutnya, informasi pembiayaan yang disampaikan secara akurat dan berimbang akan membantu masyarakat memilah produk pembiayaan sesuai kebutuhannya.
“Media memiliki daya jangkau yang luas dan berkesinambungan. Melalui kolaborasi ini, edukasi pembiayaan dapat diterima masyarakat secara lebih objektif,” ujarnya.
Sementara itu, Branch Manager ACC Lampung, Wilson, menuturkan bahwa penguatan literasi sejalan dengan pengembangan produk pembiayaan yang terus dilakukan perusahaan, baik untuk pembiayaan kendaraan maupun pembiayaan multiguna yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Aspek legal pembiayaan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Assistant Vice President Legal Business ACC, Mochamad Jeihansyach, memaparkan materi mengenai fungsi perusahaan pembiayaan serta hal-hal hukum yang perlu dicermati konsumen sebelum memanfaatkan fasilitas kredit.
Di sisi lain, EVP Corporate Communication ACC, Riadi Prasodjo, menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
ACC, kata dia, berupaya menyelaraskan langkahnya dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk melalui penguatan kemitraan dengan jurnalis daerah.
“Edukasi pembiayaan bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang membangun kesadaran agar masyarakat menggunakan pembiayaan secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup,” kata Riadi.
Sekilas ACC
Berdiri sejak 1982, Astra Credit Companies (ACC) merupakan salah satu perusahaan pembiayaan nasional yang menyediakan layanan pembiayaan kendaraan baru dan bekas, pembiayaan melalui dealer maupun perorangan, serta pembiayaan untuk kebutuhan bisnis.
ACC juga mengembangkan produk pembiayaan multiguna ACC Danaku untuk mendukung beragam kebutuhan masyarakat.
Saat ini, ACC mengoperasikan puluhan kantor cabang dan kantor pelayanan, termasuk unit ACC Syariah, serta didukung jaringan pembayaran yang tersebar di seluruh Indonesia.
Transformasi layanan turut dilakukan melalui pengembangan platform digital ACC ONE yang memudahkan konsumen mengakses layanan purnajual.
Konsistensi kinerja dan kualitas layanan tersebut mengantarkan ACC meraih sejumlah penghargaan nasional sepanjang 2025. (YSW)
